EVOS Esports – Juara Baru MPL Season 4 Mobile Legends Profesional League 2019, Bungkam RRQ 3-1

EVOS Esports – Juara Baru MPL Season 4 Mobile Legends Profesional League 2019, Perjalanan EVOS Esports dimulai dengan permainan mereka yang sangat baik di Regular Season.

Mereka sudah menjadi Raja Klasemen dari Regular minggu pertama dan sampai juga pun mendapatkan keuntungan dengan berada di posisi Upper Bracket di babak Playoffs. Meski EVOS Esports kembali dipertemukan lagi dengan musuh bebuyutannya, RRQ, di babak Grand Final, namun EVOS Esports bisa membuktikan kekuatan mereka dan menjadikan mereka lebih dari pantas untuk mengangkat piala MPL ID S4.

EVOS Esports berhasil membungkam memenangkan pertandingan 3-1 atas RRQ. dan juga dengan ini ESPORTS sudah menjadi salah satu Tim yang dahulu yang dikenal yang bisa menundukan RAJA RRQ karena pada saat MPL SEASON 4 ini bisa menjuarai dan tidak gagal lagi kedua yaitu RRQ. Kedua team tersebut juga merupakan perwakilan Indonesia di Mobile Legends World Championship (M1).

Perjalanan panjang ajang kompetitif paling bergengsi untuk Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yaitu MPL Indonesia Season 4 sudah berakhir dengan babak Grand Final (26-27 Oktober 2019), setelah sebelumnya menjalankan babak Regular Season selama 8 pekan (23 Agustus – 13 Oktober 2019).

Tim-tim MPL terbaik (EVOS Esports, RRQ, Alter Ego, AURA, ONIC, dan Bigetron) yang berlaga di babak Grand Final MPL ID Season 4 ini memperebutkan total hadiah lebih dari US$300,000, predikat Tim mobile legends terbaik di Indonesia juga akan langsung berajang kembali nantinya dan juga untuk memperebutkan kembali di kejuaraan dunia MLBB yang bertajuk M1 World Championship 2019. Namun, langkah menuju juara tidaklah mudah karena setiap tim harus menunjukkan tensi dan ambisi untuk menjadi tim terbaik dari yang terbaik.

Panasnya pertarungan di Playoffs MPL ID S4 sudah dapat tergambarkan dari pembagian bracket pertandingan. ONIC bertemu dengan Aura sedangkan Alter Ego berhadapan dengan Bigetron. Antusiasme penonton yang memadati Tennis Indoor Senayan menyambut pertarungan pertama antara sang juara MPL ID Season 3 sekaligus juara MSC 2019, ONIC Esports, melawan Aura. ONIC yang memang difavoritkan terbukti berhasil mengirim Aura keluar dari peta pertarungan. Udil dkk. sukses memupuskan asa Aura dengan kemenangan 2-0 tanpa balas.

Pertarungan berikutnya menyajikan tim favorit juara lainnya yaitu Alter Ego yang berhadapan dengan Bigetron Esports. Maungzy dkk. berhasil membungkus kemenangan pertama meski tidak mudah.

Skor 2-1 menutup pertandingan antara keduanya sekaligus memaksa Hexaz0r dan kawan-kawan dari Bigetron jadi tim kedua yang harus pulang di hari pertama. Keseruan MPL ID Season 4 pun belum berhenti. Kini giliran Sang Raja, RRQ, yang akan menjamu Alter Ego setelah sukses menekuk Bigetron. Alter Ego hanya membutuhkan 11 menit dan memastikan kemenangan lewat combo Maniac dari Rmitchi dan Celiboy. Tidak tinggal diam, RRQ langsung menghajar combecak dengan SPLIT PUSH R7 yang sedang memakai Masha

Kemenangan sang juara MPL ID Season 2 semakin meyakinkan setelah ditutup dengan wipe-out dan andil Gusion dari Xin sebagai sang MVP. Sebelum hari pertama berakhir, ONIC dan Alter Ego pun berhadapan untuk menentukan tim terakhir yang harus gugur di hari pertama.

Kekalahan ini juga menjadi kenangan buruk ONIC Esports setelah menjadi raksasa yang tak terkalahkan di musim sebelumnya, saat jadi juara MSC 2019 dan MPL ID S3 El Classico antara EVOS yang nantinya akan melawan sang Raja RRQ

Para pecinta Mobile Legends berbondong-bondong datang memadati area Tennis Indoor Senayan yang tidak dapat menampung ramainya antusiasme penonton. Ajang pertama dimulai dengan EVOS yang membawa kemenangan mudah terlebih dahulu.

Tentunya, RRQ juga pastinya langsung melakukan antisipasi dan juga langsung menuju ke permainan yang bagus berikutnya dan berharap adanya pertandingan ketiga. Namun EVOS kembali lagi menunjukkan kerja sama tim yang disiplin baik saat menyerang maupun bertahan.

Puncaknya, agresi Lord dan wipe-out RRQ memastikan tiket grand final ketiga EVOS Esports sepanjang sejarah gelaran MPL Indonesia (Season 1, 2 dan 4). Namun entah mengapa, Alter Ego gagal menunjukkan panasnya pertandingan layaknya perjuangan mereka di hari pertama. RRQ langsung melaju ke permainan selanjutnya dan juga membungkam Tim Alter Ego 2-0. Pertemuan antara EVOS melawan RRQ pun kembali terjadi sebagai pertandingan pamungkas.

Uniknya, pertandingan final antara EVOS vs. RRQ seolah mengulang sejarah MPL ID S2 yang digelar di JX International Convention Center, Surabaya, 17-18 November 2018. Game pertama, RRQ memberikan kejutan dengan menggunakan strategi yang berbeda, yang terbukti ampuh membawa mereka mengamankan game pertama. Skor 1-0 untuk RRQ.

Game kedua, EVOS pun jadi seolah kehilangan kepercayaan diri yang sebelumnya mereka tunjukkan saat melawan RRQ di Final Upper Bracket. Mereka seolah terlihat gamang dari awal sampai tengah pertandingan.

Namun untungnya, bagi Oura dan kawan-kawannya, mereka bisa memutar balik kondisi dan memenangkan game kedua. Skor pun berubah jadi 1-1. Pertandingan Antara kedua Tim Terbaik perwakilan Indonesia ini sudah pasti sangat mendebarkan sekali bahkan sampai ke penonton dan juga komentatornya dan sangat berbeda dengan Grand Final MPL ID S2.

Pasalnya, kala itu, RRQ memang sedang berada di puncak kejayaannya dan mendominasi babak Playoffs. Nyaris semua fans MLBB, saat itu, menjagokan RRQ dan mereka terbukti menang mudah atas Rekt dan kawan-kawannya.Kali ini, di atas kertas, EVOS harusnya menang jika melihat performa mereka di Regular Season. Namun begitu, EVOS seolah mendapatkan kutukan atas MPL. Meski dari dulu diisi pemain bintang, EVOS 2x gagal di babak final (Season 1 dan 2) dan gugur di hari pertama Playoffs Season 3. Game ketiga pun dimulai. Rekt memberikan kejutan dengan menggunakan Zhask serta pemilihan Chang’e oleh Wann.

Di game ketiga ini, EVOS kembali tampil lebih percaya diri dan agresif dari awal permainan. Alhasil, EVOS mengamankan poin dari game ketiga. Skor 2-1 untuk EVOS Esports. Game keempat pun harus dimainkan. EVOS memang sempat tertekan di awal permainan. Namun sejak menit 10, Berkat keagresifan dan juga dari sang perusuh OURA yang melakukan split habis habis an dan Rekt, EVOS berhasil memimpin perolehan Networth dengan selisih 13K Gold.

Tekanan terakhir yang diberikan oleh EVOS tak sanggup lagi dibendung oleh Lemon dan kawan-kawannya. EVOS Pun akhirnya bisa menjuarai MPL Season ini dikarenakan saat 3 season sebelumnya selalu gagal pada peringkat K2 dan selalu kalah dalam laga FINAL..

Mereka Pun Mengatakan bahwa tidak ada kutukan semacamnya untuk EVOS saat berlaga di MPL karena tidak bisa menjuarainya dan itu hanyalah OMONG KOSONG ” ucap OURA ” akhirnya hanyalah bualan semata. Oura, satu-satunya pemain yang sejak dari MPL Indonesia S1 selalu bersama EVOS, akhirnya berhasil membawa pulang piala paling bergengsi ini. “Karena dari Season 1 sudah berjuang keras buat juara MPL, perasaan senang atas kemenangan MPL ini sungguh luar biasa.” ujar pemain yang bernama asli Eko Julianto.

Selain keseruan dan kemeriahan yang terjadi selama di lokasi acara, penonton di rumah juga tidak kalah bersemangat, dibuktikan dengan pencapaian 250ribu penonton pada live streaming di platform Facebook. Pencapaian ini tentu memecahkan rekor yang sangat fantastis sekali dan tidak terhingga sekali dari jangkauan pandangan dari orang orang yang biasanya melihat dan juga menonton laga mobile legend ini tentunya tembus 200ribu pada regular season.

EVOS dan RRQ juga akan langsung menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia yang akan berlaga di M1 World Championship 2019 yang mempertemukan 16 tim Mobile Legends terbaik dari 14 negara. Turnamen ini jadi pertama kalinya ajang kompetitif MLBB untuk tingkat dunia. M1 akan menyiapkan hadiah doorprize dengan total lebih dari US$250,000 dan diselenggarakan pada 15-17 November 2019 di Axiata Arena, Malaysia. MPL ID S4 dipersembahkan oleh Black Shark, smartphone gaming nomor satu yang baru saja meresmikan kehadirannya di pasar Indonesia, serta DANA, dompet digital yang aman dan terpercaya.

Sejarah Dari Dewa Cronus

Sejarah Dari Dewa Cronus

Sejarah Dari Dewa Cronus – Cronus, juga dieja Cronos atau Kronos, dalam agama Yunani kuno, dewa laki-laki yang disembah oleh populasi Yunani pra-Hellenis tetapi mungkin tidak disembah secara luas oleh orang Yunani sendiri; dia kemudian diidentikkan dengan dewa Romawi Saturnus. Fungsi Cronus terhubung dengan pertanian; di Attica pestanya, Kronia, merayakan panen dan menyerupai Saturnalia. Dalam seni ia digambarkan sebagai orang tua yang memegang alat, mungkin awalnya sabit tetapi diartikan sebagai harpa, atau pedang melengkung, Dalam mitologi Yunani, Cronus adalah putra Uranus (Surga) dan Gaea (Bumi), menjadi yang termuda dari 12 Titans. Atas saran ibunya ia mengebiri ayahnya dengan harpa, sehingga memisahkan Surga dari Bumi. Dia sekarang menjadi raja para Titan, dan mengambil untuk permaisuri saudara perempuannya Rhea; dia melahirkan bersamanya Hestia, Demeter, Hera, Hades, dan Poseidon, yang semuanya dia telan karena orangtuanya sendiri telah memperingatkan bahwa dia akan digulingkan oleh anaknya sendiri. Ketika Zeus lahir, bagaimanapun, Rhea menyembunyikannya di Kreta dan menipu Cronus untuk menelan batu sebagai gantinya. Zeus tumbuh dewasa, memaksa Cronus untuk mencurahkan saudara-saudaranya, berperang melawan Cronus, dan menang. Setelah kekalahannya oleh Zeus, Cronus menjadi, menurut versi yang berbeda dari ceritanya, baik seorang tahanan di Tartarus atau raja di Elysium. Menurut satu tradisi, periode pemerintahan Cronus adalah zaman keemasan bagi manusia.

Cronus mungkin yang paling terkenal dari TITAN karena dia adalah Raja dan pemimpin saudara-saudaranya yang berperang melawan Uranus dan akhirnya OLYMPIAN ALLAH. Terlahir dari Uranus dan GAIA, ia adalah yang paling licik dan termuda dari keturunan mereka dan mungkin yang paling kuat. Cronus akan mendapatkan kekuasaan dengan menggulingkan ayahnya dan akhirnya kehilangannya dengan dipukuli oleh putranya ZEUS.

Dalam mitologi Yunani, Cronus adalah Dewa zaman yang purba, yang di dalamnya waktu digambarkan sebagai kekuatan yang menghancurkan dan menghabiskan segala daya. Dengan bantuan saudara-saudara Titan-nya, Cronus mampu menggulingkan ayahnya Uranus dan memerintah kosmos, memerintah selama Zaman Emas mitologis. Hesiod dalam bukunya Theogony mencatat hikayat ini; Cronus iri pada kekuatan ayahnya, penguasa alam semesta. URANUS membuat Gaia marah ketika dia menyembunyikan anak-anaknya, Hecatonchires dan SIKLUS-SIKLUS di Tartarus, dan mereka dipenjara karena tidak dapat melihat cahaya. Gaia menciptakan sabit batu besar dan membujuk Cronus dan saudara-saudaranya di Titan untuk mengebiri Uranus.

Hanya Cronus yang bersedia melakukan tindakan itu, dan ketika sudah habis darah yang jatuh ke Bumi dari URANUS menciptakan Gigantes, Erinyes, dan Meliae. Darah yang jatuh ke laut menciptakan busa putih dari mana dewi APHRODITE muncul.

Setelah mengirim Uranus, Cronus sekali lagi memenjarakan saudara bungsunya, Hecatonchires dan Cyclopes dan memerintahkan Campe naga untuk menjaga mereka. Dia dan saudara perempuannya RHEA naik takhta sebagai Raja dan Ratu dan memerintah selama Zaman Keemasan, karena orang-orang pada masa itu tidak membutuhkan hukum dan amoralitas tidak ada. Cronus memiliki banyak anak terkenal, salah satunya lahir melalui perselingkuhannya dengan Philyra, putri Oceanus, ketika ditemukan oleh istrinya Rhea, Cronus melompat dari tempat tidur dan berlari dalam bentuk kuda jantan. Philyra dengan malu mundur ke punggung bukit Pelasgian tempat dia melahirkan Chiron, centaur ilahi yang bijaksana dan setengah.

Sebuah ramalan, diprediksi oleh Uranus, menetapkan bahwa Cronus akan digulingkan oleh putranya, untuk mencegah hal ini terjadi, Cronus menelan setiap anak-anaknya; DEMETER, HESTIA, HERA, HADES dan POSEIDON, saat mereka dilahirkan. Rhea, saudara perempuan dan istrinya, berhasil menyelamatkan yang termuda, Zeus, dengan menyembunyikannya di pulau Kreta dan memberi makan Cronus sebuah batu yang dibungkus kain. Beberapa versi dari kisah ini membuat Zeus dibesarkan oleh seekor kambing bernama Amalthea atau nimfa Adamanthea di Gunung Ida. Ketika Zeus dewasa, dia memaksa Cronus untuk memuntahkan saudara-saudaranya dan memimpin Olympians dalam sepuluh tahun melawan Titans; Zeus didasarkan pada Gunung Olympus dan Titans di Gunung Othrys. Batu yang telah disamarkan sebagai bayi Zeus didirikan di bumi di Pytho, di bawah kemegahan Parnassus, untuk menjadi tanda dan keajaiban bagi manusia fana. Akhirnya, Olympians berhasil dan mengusir lawan-lawan mereka ke lubang Tartarus. Setelah membebaskan saudara-saudaranya, Zeus juga melepaskan Hecatonchires dan Cyclopes; yang memalsukan baut penerangannya, helm Hade dan trisula Poseidon.

Cronus sering digambarkan dengan sabit atau sabit, yang digunakannya untuk mengebiri dan menggulingkan Uranus. Dia juga dikaitkan di Athena dengan hari kedua belas bulan Attic ketika sebuah festival bernama Kronia diadakan untuk menghormatinya untuk merayakan panen. Perayaan ini kemungkinan karena hubungannya dengan Zaman Keemasan yang luhur dari pemerintahannya. Karena itu ia terus memimpin sebagai pelindung panen meskipun ia digulingkan dari kekuasaan.

Nasib Cronus berbeda di seluruh teks, dalam teks Homer, Cronus dipenjara dengan para Titan lainnya di Tartarus. Dalam puisi-puisi Orphiv, ia dipenjara di gua Nyx, sebuah gua malam atau kegelapan. Dalam mitos-mitos selanjutnya, menurut Pindar, Zeus dikatakan telah membebaskan Cronus dan saudara-saudaranya dari penjara mereka dan menjadikan ayahnya Raja dari Kepulauan Elysian, rumah orang mati yang diberkati di Dunia Bawah. Ini adalah tempat peristirahatan terakhir dari jiwa para pahlawan dan orang-orang saleh seperti Orpheus dan Lycus, dan para pahlawan Perang Troya seperti Achilles, Patroclus, Ajax dan Menelaus. Daftar ini lengkap seperti di Yunani kuno itu dianggap bahwa setiap pahlawan yang memiliki kultus pahlawan akan ditransfer ke Elysian.

Fakta Menarik Lainnya Tentang Cronus

  • Dalam mitologi Romawi, Cronus digambarkan sebagai dewa mereka bernama Saturnus, masa pemerintahannya dihormati setiap tahun oleh pesta Saturnalia
  • Saturnus disembah jauh lebih luas, sebagai Dewa Pertanian, oleh bangsa Romawi daripada Cronus sebelumnya
  • Selama Renaissance, penggambaran Cronus memunculkan ‘Waktu Ayah’ yang memegang sabit panen
    Tidak ada kuil yang didedikasikan untuk Cronus ditemukan di Yunani

Sejarah Tentang Dewa Perang Ares Yunani Kuno

Sejarah Tentang Dewa Perang Ares Yunani Kuno

Sejarah Tentang Dewa Perang Ares Yunani Kuno – Ares adalah dewa perang Yunani dan mungkin yang paling tidak disukai dari semua dewa Olimpia karena sifatnya yang cepat, agresif, dan haus konflik yang tak terpadamkan. Dia terkenal menggoda Aphrodite, tidak berhasil bertarung dengan Hercules, dan membuat marah Poseidon dengan membunuh putranya Halirrhothios. Salah satu dewa Olimpia yang lebih manusiawi, ia adalah subjek populer dalam seni Yunani dan bahkan lebih lagi pada zaman Romawi ketika ia mengambil aspek yang jauh lebih serius sebagai Mars, dewa perang Romawi.

Hubungan keluarga Dewa Perang Ares

Putra Zeus dan Hera, saudara perempuan Ares adalah Hebe dan Eileithyia. Meskipun menjadi dewa, orang-orang Yunani menganggapnya berasal dari Thrace, mungkin dalam upaya untuk mengasosiasikannya dengan apa yang mereka anggap sebagai orang asing dan pencinta perang, yang sama sekali berbeda dari diri mereka sendiri. Ares memiliki berbagai anak dengan pasangan yang berbeda, beberapa di antaranya cukup disayangkan untuk melawan Hercules ketika ia melakukan dua belas pekerjaannya yang terkenal. Anak perempuan Ares, Hippolyta, ratu Amazon, kehilangan korsetnya karena Hercules; putranya Eurytion kehilangan ternaknya; dan Diomedes memiliki kudanya dicuri oleh pahlawan Yunani. Amazon yang berani tetapi suka berperang juga dianggap keturunan Ares.

Ares terkenal karena kecantikan dan keberaniannya, kualitas yang tidak diragukan lagi membantunya memenangkan kasih sayang Aphrodite (meskipun dia menikah dengan Hephaistos) dengan siapa dia memiliki seorang putri, Harmonia, dan dewa cinta dan keinginan Eros. Hephaistos berhasil menjebak para kekasih di ranjang yang cerdik, dan kisah itu diceritakan secara terperinci dalam Buku 8 dari Homer’s Odyssey. Setelah tertangkap, hukuman untuk kelalaian Ares adalah pengusiran sementara dari Gunung Olympus.

Dijelaskan oleh Hesiod dalam Theogony-nya sebagai ‘Ares yang menusuk perisai’ dan ‘Ares yang memecat kota,’ sang dewa mewakili sisi pertempuran yang lebih brutal dan berdarah, yang berbeda dengan Athena yang mewakili elemen perang yang lebih strategis. Dalam cerita-cerita dari mitologi Yunani, Ares biasanya ditemukan bersama dengan anak-anaknya yang lain dengan Aphrodite, Phobos (Fear) dan Deimos (Terror), dengan saudara perempuannya Eris (Strife), dan dengan pembantunya Ennyo.

Pertempuran dengan Hercules & Dewa Ares

Mitos paling populer yang melibatkan Ares adalah pertarungannya dengan Hercules. Putra Ares, Kyknos, terkenal karena melumpuhkan para peziarah dalam perjalanan mereka ke oracle di Delphi, dan karenanya mendapatkan ketidaksenangan Apollo, yang mengirim Hercules untuk berurusan dengannya. Hercules membunuh Kyknos, dan Ares yang marah melibatkan pahlawan dalam perkelahian. Namun, Hercules dilindungi dari bahaya oleh Athena dan bahkan berhasil melukai Ares. Mitos lain dan episode memalukan untuk Ares adalah penangkapannya oleh Giants Ephialtes dan Otus kembar ketika mereka menyerbu Gunung Olympus. Mereka memenjarakan dewa dalam toples perunggu (atau kuali) selama satu tahun dan dia hanya dibebaskan melalui campur tangan Hermes.

Perang Trojan Yunani Kuno

Dalam versi Homer tentang Perang Troya di Iliad, Ares mendukung Trojans, kadang-kadang bahkan memimpin mereka dalam pertempuran bersama dengan Hector. The Iliad menunjukkan Ares dalam cahaya yang kurang positif, dan ia digambarkan sebagai ‘Ares yang penuh kebencian,’ ‘pembunuh-manusia,’ ‘pelahap perang,’ dan ‘kutukan manusia.’ Gambar Homer tentang Ares, seperti dongeng mitologis di atas, sering menunjukkan kelemahannya dibandingkan dengan dewa-dewa lain. Ares dipukuli habis-habisan oleh Athena yang, mendukung orang-orang Akhaia, menjatuhkannya dengan batu besar. Dia juga menjadi lebih buruk terhadap pahlawan Akhaia Diomedes yang bahkan berhasil melukai dewa dengan tombaknya, meskipun dengan bantuan Athena. Homer menggambarkan jeritan Ares yang terluka seperti teriakan 10.000 pria. Melarikan diri kembali ke Olympus, Zeus mengabaikan keluhan Ares tetapi menginstruksikan Paieon untuk menyembuhkan lukanya.

Athena & Kultus

Ares sekali lagi merusak keharmonisan Olympus ketika ia dituduh membunuh putra Poseidon Halirrhothios di dekat sungai di bawah akropolis Athena. Pengadilan khusus diadakan – Areopagos – di sebuah bukit dekat sungai, untuk mendengarkan kasus ini. Ares dibebaskan karena diungkapkan Halirrhothios telah memperkosa putri Ares, Alcippe. Setelah itu di Athena, Areopagus menjadi tempat persidangan untuk kasus-kasus yang melibatkan pembunuhan dan ketidaksopanan

Mungkin tidak mengejutkan, mengingat budaya militeristik kota yang kuat, Ares sangat dihargai di Sparta. Ares biasanya tidak disembah tetapi ada situs kultus dengan kuil yang didedikasikan untuk dewa di Kreta (ia disebutkan dalam tablet Linear B dari Knossos) dan di Argos, Athena, Erythrae, Geronthrae, Megalopolis, Tegea, Therapne, dan Troezon. Dia juga memiliki aliran sesat di Thrace dan populer di antara orang-orang Colchia di Laut Hitam.

Dalam seni Yunani Kuno Archaic dan Klasik, Ares paling sering digambarkan mengenakan baju besi dan helm penuh dan membawa perisai dan tombak. Dalam hal ini, ia mungkin terlihat tidak dapat dibedakan dari prajurit bersenjata lainnya. Kadang-kadang dia ditampilkan mengendarai keretanya yang ditarik oleh kuda yang bernapas api. Mitos pertempuran Ares dengan Hercules adalah topik yang populer untuk vas Attic pada abad ke-6 SM.